ePustaka Salafiyah


Kumpulan bacaan pencerah jiwa

Anak (Hasil) Zina Wajib di Akui Nasab Oleh Ayah Biologisnya

Tulisan ini setidaknya saya pijakkan pada dua kitab karya Doktor Yusuf Al Qardawi. Saya sangat tertarik terhadap karya karya beliau, sebab menurut pembacaan saya beliau salah satu ulama yang sangat konsisten dengan cara pandang keilmuan Islam yang moderat. Beliau tidak segan menyatakan "haram" jika ia telah dinyatakan oleh teks yang qhat'iy ad dalalah. Olehnya beliau menolak pengharaman mutlak poligami, penyamaan waris laki laki perempuan, dan lain-lain. Namun di sisi lain, beliau juga berani melakukan ijtihad ulang atas teks teks dan masalah masalah yang masih bersifat dhanniyat. Bagi beliau, jika ulama masa lalu sepakat atas dua pendapat, maka kita saat ini boleh melahirkan pendapat yg ke tiga, jika sepakat tiga, kita boleh melahirkan yg ke empat, dan seterusnya. (Bisa dibaca dalam karya nya: Al Ijtihad Al Mu'ashir)


Salah satu isu yang menjadi perhatian beliau adalah soal anak yang lahir diluar perkawinan yg sah. Sampai beliau menulis kitab khusus dengan tema "Al-istilhaq wa at-tabanny fi asy-syari'ah Al-Islamiyyah". Dalam kitab ini beliau menolak dan mengharamkan "penasaban anak hasil adopsi". Beliau menyatakan bahwa adopsi khususnya pada anak anak yang tidak memiliki orang tua sangat dianjurkan oleh islam untuk melindungi, menjaga, merawat hak dan masa depan anak. Namun tidak boleh kemudian dinyatakan sebagai anak kandung yang memiliki hubungan kenasaban, waris, kewalian dan seterusnya.


Bagaimana dengan anak hasil zina? Bisakah ia bernasab dan menerima waris dari ayah biologisnya?


Nasihat tujuan hidup dan mati

Pertandingan bola    :    90 menit

Drama ber seri           :    60 menit

Film                              :  130 menit 

SHOLAT                       :  5 x 5 = 25 menit

Berzikir                         : 20 menit


*Neraka Jahannam* : 

SEPANJANG HIDUP


*Syurga* : 

SEPANJANG HIDUP


Mari kita merenung

Whatsapp   : 300 kawan

Kontak        :  200 kawan

Kawan dikampung : 100 org

Kawan dimasa sulit : 1

Kawan di jenazahmu : cuma keluargamu

Kawan di kubur : kau sendirian saja


Jangan merasa aneh, inilah kehidupan

Hakikatnya : 

TAK ADA YANG MEMBERIMU MANFAAT SELAIN SOLAT Dan ZIKIRmu


Jika kau mendapati debu di mushafmu ( Kitab Alqur'an ) 

Maka Tangisilah dirimu sendiri !


9 Ciri-ciri Tuan Rumah Sudah Mulai Bosan Sama Tamunya

1. Menunjukkan gesture gelisah tanpa sebab


Ketika diamati dengan seksama, tuan rumah akan menunjukkan gesture gelisah tanpa ada sebab. Padahal sikap sebelumnya biasa saja ketika masih merasa asik atau masih berusaha mendengarkan apa yang dikatakan tamu. Komunikasi menjadi dua arah dan berjalan dengan baik.


Tapi berikutnya, dia tampak gelisah dan tidak tenang dengan posisinya. Sering menutup wajah, melihat arah lain, tatapan kosong, bahkan melihat sudut ruangan yang tidak terdapat sesuatu menarik. Ini dikarenakan, dia sudah bosan tapi tidak tahu caranya keluar dari keadaan itu.


2. Sering mengalami jeda dalam beberapa detik, dia cuma diam tanpa berupaya mencari ide topik obrolan


Ketika obrolan berhenti, dia tidak ada ide lain untuk memulai topik yang akan menarik minat keduanya. Dia cuma diam saja beberapa detik tanpa mengatakan apapun. Obrolan bisa kembali berlanjut, biasanya jika tamu memulai duluan. Atau menyambung topik yang sebelumnya sudah dibahas.


3. Sering mengulang basa basi yang sudah dikatakan sebelumnya


Tugasmu adalah hanya menyampaikan agama ini

Tugasmu adalah menyampaikan agama ini, mengenalkannya, dan mengajak orang kepada nya dengan segenap kemampuanmu. Kemudian biarkan orang tersebut memutuskan dengan segala kebebasannya untuk mengikuti atau tidak sebab Islam bukanlah agama paksaan.

As-Syahid Syaikh Said Ramadhan al-Buthi رحمه الله تعالى

Ini sesuai apa yang di sebutkan dalam beberapa ayat al-Qur'an bagaimana tugas kita hanya menyampaikan bukan mengubahnya secara paksa hanya Allah yang memberikan Hidayah.

.وَمَا عَلَيْنَآ اِلَّا الْبَلٰغُ الْمُبِيْنُ

Adapun kewajiban kami hanyalah menyampaikan (perintah Allah) yang jelas.” (QS. Yasin: 17).

فَاِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلٰغُ وَعَلَيْنَا الْحِسَابُ

sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan, dan Kamilah yang memperhitungkan (amal mereka). (QS. Ar-Ra‘d: 40).

JADILAH PELAYAN BAGINDA RASULULLAH SAW

Salah satu Bait Burdahnya Imam Bushiri :




خَدَمْتُهُ بِمَدِيحٍ أَسْتَقِيلُ بِهِ * ذُنُوبَ عُمْرٍ مَضَى فيِ الشِّعْر ِوَالخِدَمِ




(Aku melayani Rasulullah dengan "pujian-pujian" yang semoga dengan sebabnya, dosa-dosa umurku yang telah lalu terampuni)




Dalam bait ini, beliau menuturkan, bahwa beliau menekuni salah satu bidang "khidmah/melayani" pada Rasulullah, dengan Qasidah Pujian (Burdah al-Madiih).




Bahkan, beliau dengan bangga dan jujur mengungkapkan tentang "keuntungannya" melayani Sang Baginda dalam bait satunya :




وَمُنْذ ألْزمْت أفْكَاري مَدائحَه * وجدتُهُ لِخلَاصِي خيْرَ مُلْتزمِ




Dan kami yakin, setiap kita memiliki peluang untuk khidmah pada Rasulullah, dalam bidang yang kita kuasai, karna bidang-bidang khidmah tidaklah terbatas, seperti khidmat dalam dunia belajar-mengajar, bidang dakwah, bidang menolong orang yang butuh pertolongan, bidang berbakti pada kedua orang tua.


Lalu aku mulai menanyakan pada diriku sendiri : "Wahai kamu... Di bidang mana kamu melayani Baginda Rasulullah..?"