1. Menunjukkan gesture gelisah tanpa sebab


Ketika diamati dengan seksama, tuan rumah akan menunjukkan gesture gelisah tanpa ada sebab. Padahal sikap sebelumnya biasa saja ketika masih merasa asik atau masih berusaha mendengarkan apa yang dikatakan tamu. Komunikasi menjadi dua arah dan berjalan dengan baik.


Tapi berikutnya, dia tampak gelisah dan tidak tenang dengan posisinya. Sering menutup wajah, melihat arah lain, tatapan kosong, bahkan melihat sudut ruangan yang tidak terdapat sesuatu menarik. Ini dikarenakan, dia sudah bosan tapi tidak tahu caranya keluar dari keadaan itu.


2. Sering mengalami jeda dalam beberapa detik, dia cuma diam tanpa berupaya mencari ide topik obrolan


Ketika obrolan berhenti, dia tidak ada ide lain untuk memulai topik yang akan menarik minat keduanya. Dia cuma diam saja beberapa detik tanpa mengatakan apapun. Obrolan bisa kembali berlanjut, biasanya jika tamu memulai duluan. Atau menyambung topik yang sebelumnya sudah dibahas.


3. Sering mengulang basa basi yang sudah dikatakan sebelumnya


Basa basi paling sering dilakukan adalah menawari minuman beberapa kali atau makanan ringan yang sudah tersedia. Itu akan lebih sering dilakukan apalagi minuman tidak tersentuh sama sekali. Tentunya secara logis jika minuman belum tersentuh, tamu masih akan berada di tempat dalam waktu lebih lama.


4. Dia akan sibuk dengan "mainannya" sendiri


Tergantung dari apa yang dia pegang saat itu, misalnya HP maka dia akan mulai mengotak atik HP dalam waktu cukup lama. Meskipun itu sebenarnya juga tidak sopan, tapi itu bisa saja tanpa disadari karena sudah terlanjur merasa bosan. Dia cuma mengalihkan karena tidak ada sesuatu yang menarik untuk dibahas kembali. Paling dia hanya mendengarkan saja.


5. Beranjak pergi untuk melakukan sesuatu meski kembali lagi


Sesekali dia akan pergi beranjak dari tempatnya untuk melakukan sesuatu. Meskipun akhirnya dia kembali, jika ditanya dia akan mengatakan tentang apa yang sedang dilakukan. Tamu yang sadar diri pasti akan berupaya mengerti kalau tuan rumah sudah mulai butuh melakukan aktivitasnya.


6. Dalam mengobrol, dia hanya merespon seperlunya. Tidak ada upaya merespon omongan terlalu panjang


Tuan rumah tetap bisa mendengarkan, tapi respon yang ditunjukkan singkat-singkat saja seolah tidak tertarik dengan topik yang dibicarakan. Kesalahan yang tamu lakukan adalah tidak menyadari itu dan terus merasa antusias bercerita karena merasa didengarkan. Tapi bagi tamu yang teliri, menyadari pemilik rumah sudah mulai tidak suka mendengarkan.


7. Bahkan kadang dia kurang memahami setelah diajak ngobrol panjang


Tamu sudah ngobrol panjang, tapi karena tuan rumah sudah merasa bosan, apa yang dikatakan tidak terserap dan dipahami dengan baik. Hingga ketika akan merespon, tampak seperti tidak nyambung. Sebab ketika belum begitu memahami, tuan rumah tidak ada upaya untuk memperjelas maksudnya. Bagaimana mau berusaha mencari tahu dengan baik, jika dalam kondisi itu saja sudah sangat merasa bosan.


8. Basa basi mengajak tamu untuk melakukan sesuatu


Biasanya tuan rumah akan menceritakan rencananya lebih dulu, kemudian dia akan mengajak tamu ikut serta melakukannya. Padahal tamu yang tahu diri, akan sadar itu cuma basa basi. Apalagi jika benar-benar ikut, akan tampak kurang etis. Tapi tamu yang kurang tahu diri, malah bisa menganggap itu sebagai ajakan yang serius.


9. Nyambi melakukan kesibukan rutin


Paling pentok kalau memang tidak ada cara lain, tuan rumah biasanya akan tetap melakukan aktivitas rutin hariannya. Dalam arti tidak akan menunggu tamu terus menerus. Ini bisa terjadi jika tamu dianggap tidak begitu penting dalam kedatangannya. Kalau sampai tahap ini tamu tidak kunjung pamit, hanya ada beberapa kemungkinan. Pertama karena sudah akrab, kedua karena tidak tahu diri, dan yang ketiga karena tamu jauh dan akan menginap.